RETREAT

*WARNING: Moonmaap tulisannya rada panjang nih.

Halooooo, Gaesssss!! Apa kabarnyaahh? Semoga kita semua dalam keadaan baik yaaa.. Kalau dari Manteman (meski entah siapa yang baca tulisan ini) ada yang lagi ngerasa lelah sama hidup, wahh nampaknya pas nih. Ya kalau lagi seneng2 aja, mudah2an tetap berguna hahaha. Sebagaimana judulnya, hari ini aku akan berbagi mengenai topik yang terdengar cukup spiritual yaitu: “RETREAT”! *azeeg.

Berdasarkan KBBI, ‘Retret’ memiliki definisi yaitu khalwat mengundurkan diri dari dunia ramai untuk mencari ketenangan batin. Wadawww, gw aja baru pernah denger kata ‘khalwat’. Apaan tucchh? ‘Khalwat’ memiliki arti: pengasingan diri (untuk menenangkan pikiran dan sebagainya). Widihh berat~ Belum cukup berat, Wikipedia pun menambahkan penjelasan bahwa retret religius/spiritual mempunyai makna: menyediakan waktu untuk berefleksi, berdoa atau bermeditasi.

Karena menuntut ilmu di institusi pendidikan beragama Kristen Protestan sedari TK sampai kuliah dan cukup aktif di Gereja, maka berbagai jenis retreat pun udah aku ikutin. Dengan denominasi Gereja yang berbeda-beda pula. Dulu senenggg kalau mau retreat karena ekspektasinya yaitu seru-seruan nginep bareng temen-temen, dapet temen baru (lebih seru klo ada yang ganteng hahaa), bagi kelompok, talent show, excited dengan games/outbound/main di pos-pos, ada sesi api unggun, GAK concern dengan apa tema retreat atau pembicaranya, maless pula dengan sesi tangis2an berisi pertanyaan reflektif nan kepo yang sifatnya sensitif tentang kehidupan kita, dll.

INI DULU.

Dulu gw memandang retreat seperti itu.

Seiring berjalannya roda kehidupan, cara kita memandang segala sesuatu pun sedikit banyak pasti berubah (mudah-mudahan ke arah yang lebih baik ya). Caraku memandang ‘retreat’ juga berubah. Aku merasa bahwa aku baru saja melakukan retreat selama satu bulan di Vienna, Austria. Ya, selama akhir Mei sampai akhir Juni 2019. Hahhh kok bisa, Fran?! Emangnya lo ngapain ajahh?

1. MENYENDIRI

Dengan alasan bahwa gw anak cewek, punya penyakit (kapan2 gw ceritain hehe), dan stigma bahwa pergi sendirian adalah hal yang ‘aneh’, maka ampe umur brapaaaaaa pun ga akan pernah tuh yang namanya gw dibolehin nyokap pergi ke luar kota sendirian. Apalagi luar negeri! Di tengah kesibukan yang amat sangat, jangankan nginep dua malem, untuk jalan bareng temen aja udah susahhhh banget. Temenku bilang, ngajak aku pergi kayak ngajak Presiden. Haahhaa. Bukannya sok tapi beneran, Gaesss. Emang adaaaa aja yang dikerjain. *Wink*

Temen2 ngerasa ga sih semakin kita tua, waktu kayaknya muter semakin cepet dan kita pun semakin sibuk? Apalagi di usia produktif ini. Sangking cepetnya waktu bergulir dan padat akan kesibukan masyarakat ibu kota (meski bentar lagi udah bukan ibu kota hahaha), kita seringkali ga punya waktu untuk bener-bener menyendiri bersama Allah.

Gimana bisa menyendiri kalau di sekeliling kita itu amat ‘bising’. Bukan bising dalam arti yang harafiah (secara audio-visual) namun dalam artian yang lebih dalam yaitu keadaan hati dan pikiran kita. Bising sama kerjaan di kantor, bising berantem sama orang tua atau pacar (ehh tapi aku ga punya pacar. Weekk), bising sama ambisi2 dan target pribadi, dsb.

Puji Tuhan, aku dan dua orang temanku mendapat kesempatan dikirim oleh kantor untuk ikut semacam ‘training’ di Vienna, Austria selama satu bulan. Panjangggg deh ceritanya! Kapan2 daku ceritakan. Mama mau tak mau pasrah melepaskankuuu dehh~Hahaha. Bener-bener sebulan yang sangat menyenangkan dalam hidup! Berasa liburan sebulan!! Libur dari berbagai rutinitas dan ‘kebisingan’ hidupku, yakni: ngajar, ngurusin anak orang, dealing with the parents, pelayanan Gereja, target ini itu, dsb. Maka selama sebulan itu (selain menjalani misiku berada di sana), aku juga berusaha memaksimalkan waktu untuk menyendiri bersama Allah :’’)

Well… Sebenernya kesendirian bersama Allah ini bisa kita bangun dimana aja. Bisa pas kita lagi macet2an di jalan, nunggu MRT (Ciyeee gaya), ngopi sendirian di coffee shop, jalan-jalan di mall sendirian, dll (meski distraction nya banyak haha). Tapi, intinya kita memusatkan hati dan pikiran kita untuk ‘menyendiri’ bersama Allah.

20190601_171613

Alone doesn’t mean lonely!

2. BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN

Jujur aja, seringkali kita sebagai manusia tuh bersikap monolog ke Tuhan. Dalam doa (mostly) isinya: It’s all about ME! Minta, minta, minta. Untuk aku, aku dan aku. Sering kah kita berdoa juga untuk kebutuhan orang lain? Sering juga kah kita berusaha untuk mendengar suara Tuhan? Kiranya kita terus ingat bahwa jawaban doa itu ada tiga, yaitu: YES, NO, WAIT.

Aku pernah baca di bukunya Joyce Meyer bahwa Tuhan tuh seneng banget ketika kita bener2 menyertakan Dia dalam seluruh aspek kehidupan kita. Bener-bener sampe hal yang amat kecilllllllll tuh kita komunikaskan ke Dia. Bahkan untuk nyari kunci mobil yang lagi hilang pun, kita bisa sampein itu ke Roh Kudus bahwa kita butuh bantuan-Nya. Dan ya emang kita harus undang Roh Kudus. Duh moon maap, saya lupa ayat Alkitab nya diambil darimana. Hehe. Tapi intinya: Betapa pentingnya komunikasi yang intim dengan Allah di dalam keseharian kita, dimana sifatnya itu dialog, bukan monolog.

Sebelum berangkat ke Vienna, emang gw tuh udah kepengen untuk duduk2 santai-piknik di Taman di Jakarta. Udah gw google tapi ga ada taman yang oke. Benerrrr banget kata berbagai ayat Alkitab yang bilang bahwa Allah menyelidiki isi hati dan pikiran kita. Karena, hal ga penting tentang minta piknik di Taman aja nyatanya Tuhan jawab!! Tahukah kamu bahwa *Jeng jeng jenggg*:

20190609_180919

“Vienna is one of the cities with the largest green areas worldwide, almost half of the city are green areas!!!” *Terharu. Huhuhu

Berbagaiiiiiii taman yang cantik kita datengin dan kita santai2 di sana FOR HOURS! Temanku menikmati ‘me time’ nya, begitu pula denganku. Yang aku lakukan: berdialog sama Tuhan. Bener2 ya ngobrol aja gitu dalem hati. Sambil dibarengi dengan mengonsumsi sandwich + kopi, tiduran, nikmatin pemandangan, denger lagu, dan berpikir. Mikirin apa aja dah lu, Fran?

3. MEDITASI

Mengutip penggalan sebuah artikel:

“Meditasi Kristen memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan meditasi yang umum dikenal oleh kebanyakan orang. Meditasi pada umumnya dikenal untuk mengosongkan diri, mengosongkan pikiran. Sebaliknya, meditasi Kristen justru bertujuan untuk mengisi pikiran dengan pikiran-pikiran Kristus. Meditasi Kristen justru harus sepenuhnya sadar dan bersinergi dengan pekerjaan Roh Kudus.”

Di Alkitab pun seringkali ditulis tentang meditate. Salah satunya:

I will consider all your works and meditate on all your mighty deeds.”

(Psalm 77:12)

Terjemahan ke bahasa Indonesia:

“Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.”

(Mazmur 77:12)

Jadi, selama sebulan di sana, aku berpikirrrrr banyaakk tentang h i d u p. Heheee. Refleksi hidup lah intinya. Mensyukuri berbagai berkat yang Tuhan udah anugerahkan, flashback kejadian2 yang Tuhan ijinkan terjadi, orang2 yang Tuhan ijinkan masuk maupun keluar di hidupku, lessons apa yang Tuhan telah (atau sedang) ajarkan, kesalahan/dosa apa yang aku lakukan, hidupku udah se-efektif apa buat Tuhan, siapa dan apa sajakah yang patut didoakan, Tuhan mau aku ngapain di masa yang akan datang, What can I do or what should I change to make my life better according to Christ’s quality, analyze my thoughts and feelings, dannn sebagainya. Banyak deh! Klo dipikir-pikir, sebenernya ini tuh semacam pertanyaan-pertanyaan reflektif nan sensitif yang dulu jaman retreat di sekolah sesi nya paling gw malesin. Hayoo loooh dari ga demen jadi demen fran! –__–

Nahhh, karena sekitar 4 tahun terakhir ‘Journaling’ telah menjadi bagian dari gaya hidupku, maka hal-hal di atas dituangkan dalam buku jurnalku itu. Knapa norakk banget sih fran pake nulis tangan di buku diary gitu? Jaman skarang mah apa-apa udah pake teknologi! Klik INI untuk tahu alasannya!

Seru bangetttt and I enjoy journaling sooooo much!! =D Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan betapa banyaknya manfaat yang diperoleh dari journaling! Para tokoh dunia, mulai dari Einstein, Bruce Lee, sampai Beethoven, semua juga punya kebiasaan nge-jurnal. Dari tulisan2 Rasul Paulus (dan Nabi2 yang lain) di Alkitab, kita pun bisa melihat bagaimana mereka rajin nge-jurnal. Manteman harus rus rus rus coba dehhh! Happy journaling!

4. INSPIRASI

Kalau di retreat, biasanya kan ada pembicara-pembicara yang membawakan tema-tema tertentu. Intinya untuk kasih firman Tuhan ke kita lah. Ga melulu harus melalui seorang hamba Tuhan, Tuhan pun bisa pake berbagaiiii cara nan ajaib untuk menyampaikan pesan-Nya ke kita. Pertanyaannya: Apakah “sinyal” kita cukup kuat untuk menangkap suara-Nya? Hmmm…

Nah, selama di Austria gw ngerasa jiwa gw terisiiiii bangettttt karena berbagai hal! Salah satunya: punya banyak waktu untuk b a c a. Emang gw targetin di trip ini untuk nyelesain baca kitab Yesaya + tafsirannya. Oh ya sama baca buku Joyce Meyer juga.

20190609_180328

Baca di Taman Cantikkk =D

Selain buku, pengisian jiwa dan penyampaian pesan dari-Nya terjadi melalui: Kunjungan ke berbagai museum super keren, membaca deskripsi lukisan2, mepelajari sejarah ini itu, cita rasa berbagai makanan super yummy , memperhatikan gerak-gerik manusia dari mancanegara, khotbah Minggu di Gereja, menonton berbagai konser musik super b a g u s, menikmati pesona kecantikan pemandangan alam, langit dan awan, merasakan hangatnya sinar matahari dan bersihnya udara yang dihirup, serta hal-hal besar maupun kecil lainnya.

Asliii, aku merasa bahwa Tuhan sedang berbicara banyakkkkk sekali sama aku. Seriusan!!! Ga maksud lebay. Hahahaha.

Kalau kata Paulus:

“….tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”

(2 Kor 4:16)

Thank God for those countless insights, ideas, motivations, strengths, and encouragements!!!!

5. WHAT’S NEXT?

Nah, kan udah tjakepp nih: Get alone with God, Communicate with Him, Meditate, Get inspired. Semuanya sia2 klo kita ga ambil langkah konkrit tentang apa komitmen kita selanjutnya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Let’s walk the talk!

Bersiaplah Gaesss, karena tentunya iblis akan pakai jutaan akal liciknya untuk menggagalkan komitmen kita hahaha >=} It won’t be easy, but we know for sure who we walk this journey with. Zemangathhhh!!!

Belajar dari Yesus, di tengah kesibukan pelayanan-Nya meskipun seringkali tidak sempat makan atau beristirahat, namun Ia tetap mengutamakan waktu bersama Allah (Mark 1:35; Mark 6:31-32; Mat 14:23, dll).

Tulisan ini akan kututup dengan kutipan dari sebuah artikel di internet:

“Yesus memiliki kebutuhan mendalam untuk menyendiri atau mengasingkan diri, tenang dan diam. Bukankah kita juga? Saat kita melihat ke dalam hidup kita, semakin sibuk hari-hari kita, semakin kita memerlukan pusat kesunyian; sebuah ‘tempat’ di mana kita bisa menarik diri dari sibuknya hari-hari; sebuah tempat di mana kita bisa merenung segala pengalaman kita dan memikirkan kembali apa yang penting dalam hidup, apa tujuan hidup kita; sebuah tempat di mana kita mendengarkan baik-baik apa yang Allah katakan.”

Yess itu bener banget! Jujur ya Gaesss, semangat hidupku bertambah 200% (bahkan 500%) sepulang dari retreat ini! :’’’)

20191015_195642

Namun jangan pernah lupa: Blessings are always followed by responsibilities. Berkat kesempatan untuk bisa retreat dan kekuatan yang timbul setelahnya, teramat pasti akan diikuti oleh berbagai tanggung jawab serta tantangan kehidupan yang tak kalah dashyatnya. *Smirk*

Jadi, tunggu apalagiiii? Ayooo, Gaesss kapan kamu mau mempersiapkan waktu dan diri untuk retreat?

Have a deep and sweet quality time with our Heavenly Father, Everyone!

Pelukkk hangatttthh,
Franty Ozora

Starbucks Arteri Pondok Indah,
12 Oktober 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s