FEBRUARI

HALOOO, MANTEMANN!!! I hope you guys are doing fine! Well…Meskipun suasana lagi tegang karena wabah Corona, kiranya itu tidak mengambil sukacita di hati kita yesss. Aminn.

Hmm.. Sekarang udah maret, tapi kenapa judulnya ‘Februari’? Karena ini membayar hutang tulisan bulan Februari. Hehee. Emangnyahh ada apaan sichhhh fran di bulan Februari? Yeeeeeppppp, ada hari Kasih Sayang a.k.a Hari Palentin, Gaesss!! Hihiyyy~ ❤ ❤ ❤

20200214_090415

Coklatku di hari Palentin =D

Sejak muda (iya skarang udah tua hahaa), aku senenggg bangetttss baca buku-buku tentang love, romance, relationship yang based on Christianity gituu. Betapa sedih dan gemesssnya aku melihat kekacauan yang terjadi antara pemahaman dunia dengan pemahaman Alkitab tentang ‘Kasih’ ini. Konteksnya kali ini adalah kasih-romansa percintaan antara pria dan wanita. #Ciyeeeee. Kiranya apa yang aku bagikan dapat menyemangati Manteman untuk memandang kisah percintaanya dalam kebenaran 😇

1. She brings him good, not harm, all the days of her life. –Proverbs 31:12-

Dalam suatu buku yang pernah kubaca, dijelaskan bahwa salah satu maksud dari ayat ini adalah: Bahkan sebelum kita bertemu dengan future spouse kita pun, kita sudah mengasihi dia. All the days of her life. Bukan cuman pas udah ketemu. Gimana caranya? Selain melalui doa, cara lainnya adalah dengan menjaga hati dan diri kita sebaik-baiknya!

Analoginya gini nih… Misalkan kita punya hati berbentuk lingkaran. Karena ga sabar sama waktunya Tuhan, kita asal-asalan milih orang buat pacaran. Berujung putus, sakit hati. Bentuk hatinya jadi penyok dikit.

Lalu, pacaran sama orang lain lagi, mungkin dengan motivasi yang juga salah atau dengan tidak menjaga hubungan itu dalam kekudusan. Udah pastiiii akan berujung berantakan (plus banyak dosa) dan lagi-lagi menyakiti hati. Lebih penyok lagi deh bentuk tuh hati! 💔

Kebayang gak, apabila siklus ini berulang terus, si lingkaran tadi wujudnya udah kayak apa?? Ketika sampai pada orang yang bener-bener telah Tuhan tentukan, bentuk hati kita udah bukan lagi the perfect one. Hikssss 😥

‘Hati’ erat hubungannya sama ‘hidup’. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23.) Life is too precious to waste it with the wrong person. You’re better off alone until the right one comes along.

Setiap orang didewasakan Tuhan dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang melalui masalah percintaan, keluarga, finansial dan sebagainya. Jujur, sejak SMA emang aku berdoa agar kalauuu boleh, Tuhan jangan memproses aku melalui problema percintaan. Kiranya masa mudaku sibuk b u k a n dengan urusan percintaan namun sibuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan Tuhan semata. It sounds so cliché, fran! Tapi seriussss. Beneran! Hahahah. Cukup satu pacar seumur hidup, yaitu suamiku 🥰

Demikianlah negosiasiku sama Tuhan sampai detik ini. Nyatanyaa, setengah permohonanku Dia jawab ‘ya’ sampai sekarang, yakni: Amat minimnya drama percintaan namun amat (sangat) banyaknya pekerjaan Tuhan. Be careful what you ask for! =p

*Psst… Bukan berarti Temen2 yang udah pernah pacaran itu tuh pasti salah yaa. Kamu pasti ngerti maksudku 😉

Pertanyaannya: Sudahkah kita menjaga hati dan diri kita ini dengan hidup kudus, sebagai bentuk cinta kasih kita kepada our future spouse? “Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya” (Yesaya 54:5a). Let us love our earthly and Heavenly Spouse all the days of our life!

20200324_225705

Loving my earthly and Heavenly Spouse by taking care of my physical body 💪

2. Love each other as brothers and sisters and honor others more than you do yourself. –Romans 12:10-

Menurutku, salah satu keuntungan jadi orang Kristen adalah: Kita bisa temenan dengan lawan gender kita tanpa harus dicurigai ada modus tertentu. Gereja pun memfasilitasi hal ini dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti PA (Pendalaman Alkitab), Retreat, Camp, Live-In (tinggal di desa), kepengurusan organisasi, dll dimana memungkinkan terjalinnya kerjasama antara kaum Mars dan Venus ini. #Ciyeee.

Every relationship for a Christian is an opportunity to love another person as God has loved us. Tuhan mendorong kita untuk ya tulus aja mengasihi our brothers and sisters in Christ sebagaimana kasih yang telah Tuhan teladankan kepada kita. There is no ‘hidden’ agenda. Keberadaan mereka di sekeliling kita merupakan ‘ladang’ untuk ‘melatih’ kemampuan kita dalam mengasihi our future spouse.

‘Brotherly love’.

Kalau kita punya Kakak/Adek, kita gak mau jahatin mereka donggg. Seandainya ada yang jahatin mereka, pasti kita kesel dan ngebelain. Seumpama kita berantem sama mereka, itu pun gak pake lama atau dendam segala. Seharusnyaaaaa mental seperti inilah yang dipraktekkan ketika kita berelasi dengan sesama kita!

Melalui interaksi dengan orang-orang di sekeliling (keluarga+teman) dan dalam wadah yang sehat (misalkan kegiatan gereja), maka karakter asli seseorang justru akan terkuak. Bagaimana ia menangani suatu masalah, caranya mengontrol emosi ketika berada di bawah tekanan, sopan santun dalam memperlakukan orang-orang yang lebih tua atau muda; hal-hal seperti ini tidak bisa kelihatan jika kita melompati masa friendship (pertemanan) dan langsung ke courtship (pacaran).

Jika memang Tuhan berkehendak dan sudah waktu-Nya, aku yakin ‘perasaan’ (romance) dengan mudahnya bisa Tuhan tumbuhkan. Namun yang susah itu kan pertumbuhan karakter yaaakk! Dimana ini prosesnya sama sekali bukan sekejap. Hahaha. Jadi, setuju kaaannn dengan pepatah: “Dari temen jadi demen”? 😊

FullSizeRender (1)

one body in Christ

3. We love each other because he loved us first. -1 John 4:19-

Sebagaimana yang kita sadari, kita semua ini mahluk berdosa. Natur kita yaitu mencari kepentingan diri sendiri. Jika bukan kasih Kristus yang memampukan, relasi apa pun yang kita bangun sudah pastiiiiii akan berujung dengan kehancuran. Before you can truly love another person you must understand how much you are already loved. Sebuah buku pernah menggambarkan siklus di bawah ini…

*gw lagi lockdown corona di kos, bukunya ada di rumah. Jadinya gw tulis tangan ya hehe. Bacanya pelan2, Gaess..

20200325_153258

Jangan dicontoh!

20200325_155038

PATUT DICONTOH.

YESSS!! Siklus yang benar bermula dari Allah yang terlebih dahulu telah mengasihi kita (Yoh 15:9)!

These things I have spoken to you, that My joy may remain in you, and that your joy may be full (John 15:11). Satu-satunya yang mampu memberikan sukacita penuh adalah Tuhan! Only Christ, not other people (or things) can fulfill your heart with the unconditional love that it needs.

Kasih Tuhan tuh wowww banget! Kita orang-orang yang jahat dan berdosa, namun Dia mau memberikan anak-Nya yang tunggal untuk menggantikan kita di kayu salib. Seorang Pendeta pernah bilang, sebenernya sederhana saja mengartikan makna ‘Love’.

Love = Kasih (Cinta)

Kasih (noun: Cinta) = Kasih (verb: ya ngasihh. Memberi) –> ‘to give’

The purpose of a romantic relationship should be to give, not to get, because your heart already has all the love it needs from Christ. 💕

Nah..Pertanyaanya: “Maukah kita hidup dalam kasih-Nya?” Karena tidaklah mudah, alias kita mesti T A A T !!!

“Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yoh 15:10)

Selamat berjuang, Gaess!! 😎

4. Those whom God had already chosen he also set apart to become like his Son – Romans 8:29a-

“Lo sih fran standardnya ketinggian, makannya ga dapet-dapet pacar”

“Kebanyakan milih-milih sih lo!”

Jangan tanya betapa seringnya aku mendapatkan ucapan sejenis itu. Meski ga sakit hati sih. Anggaplah sebagai bentuk perhatian dan cinta kasih dari mereka yang mengucapkannya. Meskipun kok judgmental yaak! Hahaha 🤣

Nah, standard seperti apa sih yang seharusnya kita pakai dalam mencari/menunggu seorang pasangan hidup yang dari Tuhan?

Kesempurnaan itu hanya milik Allah-> True! Jadi ya ga bakal nemu yang sempurna. Never settle for less but it doesn’t mean that we try to find perfection. Yang mesti kita cari ialah sosok yang mengusahakanChristlikeness’. Imago Dei. Segambar dan serupa dengan Allah. Aslii deh.. Nothing is more attractive than Christlikeness!

Seorang pengkhotbah pernah bilang: “Sebelum cari anak Tuhan, jadilah anak Tuhan!” Let’s do our part first! =D

IMG_7pir0a

Striving for ‘Christlikeness’ by reading God’s word hehee 😇

5. For from Him and through Him and to Him are all things. To Him be the glory forever! Amen. –Romans 11:36-

☝️☝️ Inilah yang seharusnya menjadi tujuan kita pacaran (plus maunya ke pernikahan dong).

IMG_0766

God’s design is that your relationship should make you more effective in service to Him. Your union is all about displaying kingdom living and glorifying Him in the world by your example.

Aminnnn.

Sekian dulu tulisan kali ini. Kapan-kapan kita bikin part 2 nya heuheuhe. Semoga berguna ya, Gaess! Stay healthy and take care~ Mari berdoa buat keadaan dunia dalam menghadapi Corona ini huhuhuh.

Setiap hari adalah hari kasih sayang. Happy Valentine’s Day, Everyone! ❤❤

IMG-20200103-WA0025

Love you and see you soon, Future Spouse! 😘

Peluk eratthhh,

Franty Ozora

Gandaria. 25 Maret 2020.

QUOTES OF THE DAY

HELLOOO, EPERIBODEH!!! Semoga semua dalam keadaan baik yaaa. Wiiihhh kita udah masuk tahun 2020 nih. Dekade baru. Ck ck ck, waktu berasa terbang cepet banget! Dulu kayaknya baru sempet bikin rencana-rencana hidup ampe umur 25. Ehhhh tau2 tahun ini bakal umur 30 aja! Weewww~ Membuatku bertanya pada diri sendiri: “Sudahkah aku menghidupi kehidupan ini dengan benar dan efektif untuk Tuhan?”

Well.. Everyday is full of decisions that must be made. Kata penelitian sihhh kira-kira ada 35000 keputusan yang harus dibuat oleh manusia setiap harinya. Sesederhana mau makan apa: Yang menimbun lemak atau membakar lemak? Akhir pekan ini kita mau ngapain: Hanya tidur dan bermalas-malasan atau berolahraga serta menggeluti hobi tertentu yang membuat kita tetap produktif?

Nahhh… Ada beberapa quotes yang berusaha aku ingat setiap harinya, dengan harapan bisa membentuk pola pikir yang benar agar mampu menjatuhkan pilihan-pilihan yang tepat. Apa aja tuchhh? Penasaran gakk, Gaesss? (ga fran, biasa aja). Hehhhh! Kiranya ini bisa mendorong Temen-Temen untuk menghidupi tiap-tiap detik di 2020-nya dengan lebih mantappss yaaa. Here we go!

1. EVERY DAY IS A SPIRITUAL BATTLE!

Yess, setiap hari kita tuh lagi ‘perang’. Melawan apa? Melawan kedagingan kita, hawa nafsu, dan dosa (Efesus 6:12). Wihhh serius banget lu fran! Ehh tapi benerrrr, ini hal yang serius! Heheee. Masing-masing kita tentu punya titik lemah yang berbeda (Galatia 5:19-23). Klo gw, jujur aja salah satu titik lemahnya adalah untuk gak nge-GoFood kopi-kopi enakk kekinian yang terlihat murah padahal boros nan menggendutkan hahhayy. Nah, biar kita ‘menang’ tentu kita harus punya taktik! Biasanya gw tuh mulai pengen kopi jam 11 atau 1-an gitu setelah efek breakfast or lunch nya mulai ilang + lagi ngantuk. Sehinggaaa, untuk menghindari kekalahan di medan perang melawan GoFood, gw pun harus membuat diri ini tetap kenyang HEHEE. Caranya: minum air putih superr banyak dan mengganti kebiasaan nge-GoFood kopi dengan makan buah =D

IMG-20200124-WA0008

Apa titik lemahmu, Gaesss? Selamat berperang yaaaa!!!

2. WWJD (WHAT WOULD JESUS DO?)

WWJD

Kamu semua pasti pernah ngeliat gelang yang sempet ngehits di zamannya ini. Wahhh, menurutku makna dari gelang ini gede bangett! Kita diingatkan untuk bertanya terlebih dahulu “What Would Jesus Do?” sebelum kita memberikan suatu respon/reaksi terhadap setiap situasi dan kondisi. Ketika kita lagi nyetir dan ada pengguna jalan yang berlaku seenak jidat, respon manakah yang akan kita pilih: Klakson berkali-kali penuh amarah + maki-maki atau tetap tenang dan bersabar?

Kalau contoh di kehidupanku, misalkan dalam menghadapi orang tua murid yang superrr ngeselin. Definisi ‘ngeselin’ tuh banyak ya. Salah satunya: Terlalu perhitungan/gak mau rugi padahal kita udah sering banget kasih extra time buat anaknya. Respon manakah yang akan kupilih: Ngedumel+kesel, membiarkan iblis mencuri sukacita di hati (meski hanya sebentar) atau tetap tenang dan gak membiarkan keadaan hati ini terganggu oleh stimulus luar?

Mari kita berpikir sejenak: “What Would Jesus Do?” bila Ia diperhadapkan pada kondisi dan situasi hidup yang masing-masing dari kita sedang hadapi sekarang. Maukah kita meneladani sikap-Nya atau justru menuruti ego kita?

3. GOD IS MY ONLY AUDIENCE

Sewaktu kita melakukan sesuatu yang kelihatannya baik, ga ada yang tahu kan bagaimana sikap hati kita sesungguhnya. Yang tahu isi hati ini ya cuman diri kita sendiri (manusia pun ga bisa mengerti dirinya sendiri 100%) dan Tuhan! (iblis ga bisa tahu isi hati kita tapi dia merhatiin banget kata2, kebiasaan2 kita, dll, pokoknya berusaha untuk mencari celah agar bisa menjatukan kita!) Hayo lohhh =}

Misalkan dalam hal pelayanan. Apakah semua tawaran pelayanan betul-betul harus dipenuhi? Orang lain gak mengerti persis bagaimana kesiapan teknis dan hati, serta pertimbangan kita yang lainnya. Jadi, tentu kita harus bertanya ke Tuhan terlebih dahulu: “Tuhan, apa bener pelayanan ini harus aku ambil? Apakah lebih baik aku serahkan ke orang lain yang membutuhkan jam terbang pelayanan yang lebih banyak?”Ada kalanya kita pun sedang merasa lelah, butuh istirahat dan ide-ide baru.

John C. Maxwell pernah bilang: “If someone else can do a task at least 80% as well as you can, delegate it!” Maksudnya sih agar kita bisa memberi fokus yang maksimal dalam hal khusus yang menjadi keahlian kita, dimana gak semua orang bisa mengerjakan hal tersebut. Meski gw ga tau ya ini bisa diterapkan dalam pelayanan juga atau ga, tapi berdasarkan pengalaman gw sih bisaa yakk hahahaa. Mungkin orang kira kita sombong, sok banget sih, pas kita menolak sesuatu. Tapi oh tapi, as long as kita firm, we know what we’re doing, purpose kita apa, dan kita berpegang sama Siapa, ya pede aja lagi! HE is our only audience 🙂

Nampaknya, ini bisa diterapkan juga dalam hal relationship. Sering ga sih kita tanya ke Tuhan: “Tuhan, Engkau ijinkan aku temenan sama xxx ga? Kalau aku nongkrong dan minta pendapat/nasihat sama xxx, berguna gak? Tuhan, apakah Engkau setuju kalau aku deketin, pacarin xxx, dst?” How can we know the answer for all those things? Ya hanya dengan cara tanya Tuhan. Ia bisa memakai berbagai caraNya yang ajaib seperti melalui firman Tuhan, media, teknologi, orang-orang di sekeliling kita yang dewasa dalam iman untuk menyampaikan pesanNya. Satu yang gw pegang: Relationship yang dari Tuhan (apapun itu) membuat hubungan kita dengan Tuhan menjadi lebih baik. #Ciyeee =p

20200203_171034

Jadi Manteman, apakah dalam hal menjalin relasi pun kita telah menyenangkan Our Only Audience?

4. WE ARE ON A SECRET MISSION

Jujur aja, kesibukan dan problem kehidupan seringkali membuat kita lupa akan 2 tugas utama kita di dunia ini yaitu: Love God and Love People (Hukum Kasih. Matius 22:36-40). Bahkan di beberapa buku gw pernah baca, mereka bilang 2+1. Tambahan satunya adalah Amanat Agung untuk menjadikan semua bangsa muridNya (Matius 28:18-20). Kalau ditanya, tahun ini gw udah mengabarkan injil ke berapa orang, waduhhhh susah juga ya jawabnya hahahaa (Awwww, akooohh jadi maluuu).

Honestly, ga ada sih yang bener2 secara blak-blakan gw cerita tentang Yesus. Paling ekstrim ya ke murid, itu pun cuman nanya: “Did you go to church yesterday? Do you read the Bible daily? You should ask your Mom to read the Bible for you. What is the story from your Sunday School yesterday?” Atau kalau ketangkep mereka lagi bohong sesuatu, gw nasehatin kalau itu dosa. Bikin Tuhan Yesus sedih, and so on. Btw ini gw ngomong ke yang sesama Kristen yaa. Asliii, banyak bangetttt yang Kristen tapi ga berdoa atau ke Gereja secara rutin. Hikssss..

Bisa kita lihat bagaimana iblis bekerja semakin licik dan jahatnya dari hari ke hari untuk merusak dunia ini. Kita pun ga boleh kalah! Seharusnya kita juga makin giat dalam menjalani misi Allah di dunia ini! Temen gw cerita bahwa dia pernah baca sebuah buku yang bilang: “Sebagai anak Tuhan, semestinya kita memiliki mental bahwa di dunia ini kita adalah secret agent nya Allah.” Urrghh, it sounds so cheesy, fran! Wets, sorry Gaess, but it’s real and I’m serious about this. Kalau Alkitab bilang: ”dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Efesus 5:16). Kita tuh berpacu dengan waktu untuk melaksanakan misi Allah di dunia!!

Tentunya setiap orang mempunyai kapasitas masing-masing. Ada yang memang terpanggil serta diperlengkapi Allah untuk menjadi misionaris dan secara langsung menyebarkan injil ke pedalaman. Kalau gue ya palingan lewat musik ya. Yang secara langsung dan the latest sih paling kayak tahun 2017 mission trip bawain seminar tentang musik untuk Gereja kecil di Wonosobo. Tapi itu kan sifatnya insidental, bukan rutin. Kayaknya sih cara yang bisa gw gunakan untuk menceritakan tentang kebaikan Tuhan ke orang lain (intentionally) ya melalui nulis. Nulis blog (meski entahh yeee siapa yang baca) dan kontribusi nulis setiap bulannya di suatu buku renungan harian. Kenyataannyaaaaa…. Apa daya, nge blog pun belom rutin tiap bulan dan nulis renungan harian juga sering ngepasss atau kelewat dikit dari deadline (untungnya masih diterima). DUH!

20200203_184951

Namun terlebih dari itu semua, sesungguhnya kesaksian hidup kita-lah yang menjadi kitab terbuka bagi orang lain (Roma 12). Wuidihh, mantappp (susah)! Nyehehee. Soooo, what steps have you taken to spread the Gospel to the nations?

5. LIVING WITH ETERNITY IN MIND

“Mental kekekalan”. Kita sadar betul bahwa setelah kita ‘selesai’ di dunia ini, kita akan pergi ke rumah kita yang selanjutnya yaitu rumah Bapa di Sorga. Dimana inilah yang menjadi motivasi hidup kita setiap hari. Excited mau ketemu Tuhan! We know for sure where we’re going, yaitu ke kekekalan! Waktu PA di kantor pernah dibahas, apakah hal-hal yang kita kerjakan di dunia ini memberikan dampak bagi kekekalan, yakni untuk mendukung berkembangnya kerajaan Allah? Termasuk bagaimana kita menggunakan uang kita, apakah kita menggunakannya berdasarkan prinsip ‘kekekalan’ tersebut? Kalau kata Paulus: “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” (1 Korintus 10:23).

Jujur aja, ‘mental kekekalan’ ini-lah yang menjadi salah satu alasanku untuk setia mendukung sebuah yayasan pelayanan penjara. Panjangggg, seruuu, lucuuuu bangettt seluruh cerita komplitnya, tapi aku singkat aja yaa. Melalui instagram (2016) aku kenal Tante Corry, koordinator @goshenprisonministry , yaitu sebuah yayasan Kristen yang melayani kerohanian para warga binaan di penjara (Bikin kebaktian, dll). Tenaga dan waktu tak bisa aku kontribusikan, namun yang bisa kubantu ialah dalam hal: dana. Kalau cuman dari aku, ya dikitlah ya. Well….Aku belajar bahwa namanya berkat itu termasuk: berkat koneksi dan kepercayaan.

Yang kulakukan adalah menceritakan dengan sepenuh hati plus tunjukin beberapa foto tentang Goshen ini ke koneksiku, yakni orang-orang sekitar (ya Om Tante Gereja, sodara-sodara, dll). Pada saat itu Goshen berencana mission trip keliling penjara di pulau Jawa dan memerlukan dana. Aku percaya bahwa Roh Kudus yang menggerakan hati orang-orang yang aku approach, sehingga entah bagaimana mereka percaya sama ceritaku dan terkumpullah uang sampai 5 jutaan dalam waktu yang super singkat! Padahal modalnya cuman: C e r i t a!! Tentu karena disertai niat baik, kekuatan jutaan doa yang dipanjatkan dan Roh Kudus hehe. Cerita tentang Goshen mah mesti satu tulisan sendiri haha. Ayooo, mungkin kamu-kamu cemua ada yang tergerak untuk berdonasi maupun ikut kunjungan ke sana? Kabarin aku yaa~

Meski untuk Goshen tetap terus berjalan, namun misi besarku sekarang adalah cari dana untuk membantu sebuah Rumah Sakit Kristen di pedalaman Pontianak. Rumah sakit ini sifatnya sosial gitu, banyak membantu orang tak mampu. Hebat banget deh mereka!! Maaf gak mau sebut nama, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan hehe. Hmm… The problem is not about collecting the money. Tapi yang gw rindu: Ada semakin banyak orang yang ikut berpartisipasi dalam pekerjaan baik ini, yakni mendukung mereka yang menjadi kawan-kawan seiman kita (Galatia 6:10). Aminnn 🙏

“When we view today in light of the long tomorrow,

the little choices become tremendously important.”

Agree!

Kiranya berbagai quotes di atas bisa menolong Manteman untuk menjatuhkan pilihan yang tepat di tahun 2020-nya. Kalau kamu, apa pilihan quotes of the day-mu, Gaessss?

Peluk hangathhhhhh (di tengah hujan Cinere yang deras ini) ❤ ❤ ❤

Franty Ozora

02.02.2020

RETREAT

*WARNING: Moonmaap tulisannya rada panjang nih.

Halooooo, Gaesssss!! Apa kabarnyaahh? Semoga kita semua dalam keadaan baik yaaa.. Kalau dari Manteman (meski entah siapa yang baca tulisan ini) ada yang lagi ngerasa lelah sama hidup, wahh nampaknya pas nih. Ya kalau lagi seneng2 aja, mudah2an tetap berguna hahaha. Sebagaimana judulnya, hari ini aku akan berbagi mengenai topik yang terdengar cukup spiritual yaitu: “RETREAT”! *azeeg.

Berdasarkan KBBI, ‘Retret’ memiliki definisi yaitu khalwat mengundurkan diri dari dunia ramai untuk mencari ketenangan batin. Wadawww, gw aja baru pernah denger kata ‘khalwat’. Apaan tucchh? ‘Khalwat’ memiliki arti: pengasingan diri (untuk menenangkan pikiran dan sebagainya). Widihh berat~ Belum cukup berat, Wikipedia pun menambahkan penjelasan bahwa retret religius/spiritual mempunyai makna: menyediakan waktu untuk berefleksi, berdoa atau bermeditasi.

Karena menuntut ilmu di institusi pendidikan beragama Kristen Protestan sedari TK sampai kuliah dan cukup aktif di Gereja, maka berbagai jenis retreat pun udah aku ikutin. Dengan denominasi Gereja yang berbeda-beda pula. Dulu senenggg kalau mau retreat karena ekspektasinya yaitu seru-seruan nginep bareng temen-temen, dapet temen baru (lebih seru klo ada yang ganteng hahaa), bagi kelompok, talent show, excited dengan games/outbound/main di pos-pos, ada sesi api unggun, GAK concern dengan apa tema retreat atau pembicaranya, maless pula dengan sesi tangis2an berisi pertanyaan reflektif nan kepo yang sifatnya sensitif tentang kehidupan kita, dll.

INI DULU.

Dulu gw memandang retreat seperti itu.

Seiring berjalannya roda kehidupan, cara kita memandang segala sesuatu pun sedikit banyak pasti berubah (mudah-mudahan ke arah yang lebih baik ya). Caraku memandang ‘retreat’ juga berubah. Aku merasa bahwa aku baru saja melakukan retreat selama satu bulan di Vienna, Austria. Ya, selama akhir Mei sampai akhir Juni 2019. Hahhh kok bisa, Fran?! Emangnya lo ngapain ajahh?

1. MENYENDIRI

Dengan alasan bahwa gw anak cewek, punya penyakit (kapan2 gw ceritain hehe), dan stigma bahwa pergi sendirian adalah hal yang ‘aneh’, maka ampe umur brapaaaaaa pun ga akan pernah tuh yang namanya gw dibolehin nyokap pergi ke luar kota sendirian. Apalagi luar negeri! Di tengah kesibukan yang amat sangat, jangankan nginep dua malem, untuk jalan bareng temen aja udah susahhhh banget. Temenku bilang, ngajak aku pergi kayak ngajak Presiden. Haahhaa. Bukannya sok tapi beneran, Gaesss. Emang adaaaa aja yang dikerjain. *Wink*

Temen2 ngerasa ga sih semakin kita tua, waktu kayaknya muter semakin cepet dan kita pun semakin sibuk? Apalagi di usia produktif ini. Sangking cepetnya waktu bergulir dan padat akan kesibukan masyarakat ibu kota (meski bentar lagi udah bukan ibu kota hahaha), kita seringkali ga punya waktu untuk bener-bener menyendiri bersama Allah.

Gimana bisa menyendiri kalau di sekeliling kita itu amat ‘bising’. Bukan bising dalam arti yang harafiah (secara audio-visual) namun dalam artian yang lebih dalam yaitu keadaan hati dan pikiran kita. Bising sama kerjaan di kantor, bising berantem sama orang tua atau pacar (ehh tapi aku ga punya pacar. Weekk), bising sama ambisi2 dan target pribadi, dsb.

Puji Tuhan, aku dan dua orang temanku mendapat kesempatan dikirim oleh kantor untuk ikut semacam ‘training’ di Vienna, Austria selama satu bulan. Panjangggg deh ceritanya! Kapan2 daku ceritakan. Mama mau tak mau pasrah melepaskankuuu dehh~Hahaha. Bener-bener sebulan yang sangat menyenangkan dalam hidup! Berasa liburan sebulan!! Libur dari berbagai rutinitas dan ‘kebisingan’ hidupku, yakni: ngajar, ngurusin anak orang, dealing with the parents, pelayanan Gereja, target ini itu, dsb. Maka selama sebulan itu (selain menjalani misiku berada di sana), aku juga berusaha memaksimalkan waktu untuk menyendiri bersama Allah :’’)

Well… Sebenernya kesendirian bersama Allah ini bisa kita bangun dimana aja. Bisa pas kita lagi macet2an di jalan, nunggu MRT (Ciyeee gaya), ngopi sendirian di coffee shop, jalan-jalan di mall sendirian, dll (meski distraction nya banyak haha). Tapi, intinya kita memusatkan hati dan pikiran kita untuk ‘menyendiri’ bersama Allah.

20190601_171613

Alone doesn’t mean lonely!

2. BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN

Jujur aja, seringkali kita sebagai manusia tuh bersikap monolog ke Tuhan. Dalam doa (mostly) isinya: It’s all about ME! Minta, minta, minta. Untuk aku, aku dan aku. Sering kah kita berdoa juga untuk kebutuhan orang lain? Sering juga kah kita berusaha untuk mendengar suara Tuhan? Kiranya kita terus ingat bahwa jawaban doa itu ada tiga, yaitu: YES, NO, WAIT.

Aku pernah baca di bukunya Joyce Meyer bahwa Tuhan tuh seneng banget ketika kita bener2 menyertakan Dia dalam seluruh aspek kehidupan kita. Bener-bener sampe hal yang amat kecilllllllll tuh kita komunikaskan ke Dia. Bahkan untuk nyari kunci mobil yang lagi hilang pun, kita bisa sampein itu ke Roh Kudus bahwa kita butuh bantuan-Nya. Dan ya emang kita harus undang Roh Kudus. Duh moon maap, saya lupa ayat Alkitab nya diambil darimana. Hehe. Tapi intinya: Betapa pentingnya komunikasi yang intim dengan Allah di dalam keseharian kita, dimana sifatnya itu dialog, bukan monolog.

Sebelum berangkat ke Vienna, emang gw tuh udah kepengen untuk duduk2 santai-piknik di Taman di Jakarta. Udah gw google tapi ga ada taman yang oke. Benerrrr banget kata berbagai ayat Alkitab yang bilang bahwa Allah menyelidiki isi hati dan pikiran kita. Karena, hal ga penting tentang minta piknik di Taman aja nyatanya Tuhan jawab!! Tahukah kamu bahwa *Jeng jeng jenggg*:

20190609_180919

“Vienna is one of the cities with the largest green areas worldwide, almost half of the city are green areas!!!” *Terharu. Huhuhu

Berbagaiiiiiii taman yang cantik kita datengin dan kita santai2 di sana FOR HOURS! Temanku menikmati ‘me time’ nya, begitu pula denganku. Yang aku lakukan: berdialog sama Tuhan. Bener2 ya ngobrol aja gitu dalem hati. Sambil dibarengi dengan mengonsumsi sandwich + kopi, tiduran, nikmatin pemandangan, denger lagu, dan berpikir. Mikirin apa aja dah lu, Fran?

3. MEDITASI

Mengutip penggalan sebuah artikel:

“Meditasi Kristen memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan meditasi yang umum dikenal oleh kebanyakan orang. Meditasi pada umumnya dikenal untuk mengosongkan diri, mengosongkan pikiran. Sebaliknya, meditasi Kristen justru bertujuan untuk mengisi pikiran dengan pikiran-pikiran Kristus. Meditasi Kristen justru harus sepenuhnya sadar dan bersinergi dengan pekerjaan Roh Kudus.”

Di Alkitab pun seringkali ditulis tentang meditate. Salah satunya:

I will consider all your works and meditate on all your mighty deeds.”

(Psalm 77:12)

Terjemahan ke bahasa Indonesia:

“Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.”

(Mazmur 77:12)

Jadi, selama sebulan di sana, aku berpikirrrrr banyaakk tentang h i d u p. Heheee. Refleksi hidup lah intinya. Mensyukuri berbagai berkat yang Tuhan udah anugerahkan, flashback kejadian2 yang Tuhan ijinkan terjadi, orang2 yang Tuhan ijinkan masuk maupun keluar di hidupku, lessons apa yang Tuhan telah (atau sedang) ajarkan, kesalahan/dosa apa yang aku lakukan, hidupku udah se-efektif apa buat Tuhan, siapa dan apa sajakah yang patut didoakan, Tuhan mau aku ngapain di masa yang akan datang, What can I do or what should I change to make my life better according to Christ’s quality, analyze my thoughts and feelings, dannn sebagainya. Banyak deh! Klo dipikir-pikir, sebenernya ini tuh semacam pertanyaan-pertanyaan reflektif nan sensitif yang dulu jaman retreat di sekolah sesi nya paling gw malesin. Hayoo loooh dari ga demen jadi demen fran! –__–

Nahhh, karena sekitar 4 tahun terakhir ‘Journaling’ telah menjadi bagian dari gaya hidupku, maka hal-hal di atas dituangkan dalam buku jurnalku itu. Knapa norakk banget sih fran pake nulis tangan di buku diary gitu? Jaman skarang mah apa-apa udah pake teknologi! Klik INI untuk tahu alasannya!

Seru bangetttt and I enjoy journaling sooooo much!! =D Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan betapa banyaknya manfaat yang diperoleh dari journaling! Para tokoh dunia, mulai dari Einstein, Bruce Lee, sampai Beethoven, semua juga punya kebiasaan nge-jurnal. Dari tulisan2 Rasul Paulus (dan Nabi2 yang lain) di Alkitab, kita pun bisa melihat bagaimana mereka rajin nge-jurnal. Manteman harus rus rus rus coba dehhh! Happy journaling!

4. INSPIRASI

Kalau di retreat, biasanya kan ada pembicara-pembicara yang membawakan tema-tema tertentu. Intinya untuk kasih firman Tuhan ke kita lah. Ga melulu harus melalui seorang hamba Tuhan, Tuhan pun bisa pake berbagaiiii cara nan ajaib untuk menyampaikan pesan-Nya ke kita. Pertanyaannya: Apakah “sinyal” kita cukup kuat untuk menangkap suara-Nya? Hmmm…

Nah, selama di Austria gw ngerasa jiwa gw terisiiiii bangettttt karena berbagai hal! Salah satunya: punya banyak waktu untuk b a c a. Emang gw targetin di trip ini untuk nyelesain baca kitab Yesaya + tafsirannya. Oh ya sama baca buku Joyce Meyer juga.

20190609_180328

Baca di Taman Cantikkk =D

Selain buku, pengisian jiwa dan penyampaian pesan dari-Nya terjadi melalui: Kunjungan ke berbagai museum super keren, membaca deskripsi lukisan2, mepelajari sejarah ini itu, cita rasa berbagai makanan super yummy , memperhatikan gerak-gerik manusia dari mancanegara, khotbah Minggu di Gereja, menonton berbagai konser musik super b a g u s, menikmati pesona kecantikan pemandangan alam, langit dan awan, merasakan hangatnya sinar matahari dan bersihnya udara yang dihirup, serta hal-hal besar maupun kecil lainnya.

Asliii, aku merasa bahwa Tuhan sedang berbicara banyakkkkk sekali sama aku. Seriusan!!! Ga maksud lebay. Hahahaha.

Kalau kata Paulus:

“….tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”

(2 Kor 4:16)

Thank God for those countless insights, ideas, motivations, strengths, and encouragements!!!!

5. WHAT’S NEXT?

Nah, kan udah tjakepp nih: Get alone with God, Communicate with Him, Meditate, Get inspired. Semuanya sia2 klo kita ga ambil langkah konkrit tentang apa komitmen kita selanjutnya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Let’s walk the talk!

Bersiaplah Gaesss, karena tentunya iblis akan pakai jutaan akal liciknya untuk menggagalkan komitmen kita hahaha >=} It won’t be easy, but we know for sure who we walk this journey with. Zemangathhhh!!!

Belajar dari Yesus, di tengah kesibukan pelayanan-Nya meskipun seringkali tidak sempat makan atau beristirahat, namun Ia tetap mengutamakan waktu bersama Allah (Mark 1:35; Mark 6:31-32; Mat 14:23, dll).

Tulisan ini akan kututup dengan kutipan dari sebuah artikel di internet:

“Yesus memiliki kebutuhan mendalam untuk menyendiri atau mengasingkan diri, tenang dan diam. Bukankah kita juga? Saat kita melihat ke dalam hidup kita, semakin sibuk hari-hari kita, semakin kita memerlukan pusat kesunyian; sebuah ‘tempat’ di mana kita bisa menarik diri dari sibuknya hari-hari; sebuah tempat di mana kita bisa merenung segala pengalaman kita dan memikirkan kembali apa yang penting dalam hidup, apa tujuan hidup kita; sebuah tempat di mana kita mendengarkan baik-baik apa yang Allah katakan.”

Yess itu bener banget! Jujur ya Gaesss, semangat hidupku bertambah 200% (bahkan 500%) sepulang dari retreat ini! :’’’)

20191015_195642

Namun jangan pernah lupa: Blessings are always followed by responsibilities. Berkat kesempatan untuk bisa retreat dan kekuatan yang timbul setelahnya, teramat pasti akan diikuti oleh berbagai tanggung jawab serta tantangan kehidupan yang tak kalah dashyatnya. *Smirk*

Jadi, tunggu apalagiiii? Ayooo, Gaesss kapan kamu mau mempersiapkan waktu dan diri untuk retreat?

Have a deep and sweet quality time with our Heavenly Father, Everyone!

Pelukkk hangatttthh,
Franty Ozora

Starbucks Arteri Pondok Indah,
12 Oktober 2019

MEMBERI KENIKMATAN KEPADA ORANG LAIN

(Jangan mikir yang aneh-aneh)

Gw pernah baca di sebuah buku bahwa berdasarkan penelitian ilmiah, survei2, dsb, disimpulkan bahwa kenikmatan terbesar di dunia ini ada 2 yaitu “food and sex”. Jujur, gw sangattttt amaaattt sangattt setuju bahwa makanan merupakan salah satu kenikmatan tertinggi di hidup *Nyam nyam nyam. Klo kenikmatan yang ‘satu lagi’ itu sih gw blom tau, kan gw blom pernah. Blom nikah soalnyaah mihihihyyy. Welll….gw pribadi mau menambahkan bahwa ada hal lain yang juga memberi kenikmatan amatttt tinggi dalam hidup yaitu: M U S I K.

Curcol dikit…. Salah satu saat dimana gw merasa bersyukurrrrr banget sama hidup dan biasanya sambil menitikkan air mata tuh klo lagi nonton konser2 yang bagussssss bangetttttt.. Bisa denger suara yang indah, indra penglihatan juga dihibur dengan permainan lighting atau visual yang kereeennn, melihat bagaimana luar biasanya ciptaan Tuhan (manusia) mampu menggerakan jarinya dengan lincah, bagaimana mereka bisa begitu menikmati dan terbuai dengan apa yang mereka mainkan/nyanyikan, dan buannyaak deh. Dalam hati biasanya muncul aja gitu memori2 akan kebaikan Tuhan di hidup gw, “Ya Tuhan, aku bersyukurrrr banget sama hiduppp. Thank you untuk xxxxxxx”. Hihihiyy

Mungkin orang udah biasa ya ngeliat genre pop/jazz/funk/rnb keren2 gitu. Tapi di Jakarta, gw bisa jamin lo jarang (atau ga pernah) nonton musik klasik yang bagus as in beneran bagus. Definisi bagusnya gimana, panjanglahh. Lo mesti nonton langsung hahaha. Di Jakarta banyakk sih konser klasik, tapi ga bagus. Ngasal. Bosenin. Duhhh merusak image orang tentang musik klasik. Hikss.

Sebagai orang yang seneng nonton berbagai genre, gw bisa bilang bahwa kenikmatan yang lo dapetin dari nonton musik klasik (berkualitas bagus) bedaaa dengan kenikmatan yang lo dapetin ketika nonton konser musik non klasik (yang berkualitas bagus juga) -> Ini gak cuman kata aku, namun kata penelitian2 ilmiah juga demikian lohhh. Betapa bersyukurnya bahwa aku bergelut di bidang musik klasik ini dan aku rindu orang lain bisa merasakan kenikmatan yang serupa. Ciyeee~

Alhasil,,,,, gw yang sotoy, sok kenal sok deket ini, seringkali (dan emang udah jadi target) untuk selalu sisihin kuota beberapa tiket untuk ngajak entah temen yang dekett tapi dia blom pernah nonton sampai ke orang yang ga kenal samaaaa sekaliiii untuk dateng ke konser orkesku (ga mau sebut merk hahaa). Btw, jangan kira aku dapet tiketnya gratis yaa. Ini aku yang beliin hahaha. Jadi, apa sih tujuanku melakukan ini dan gimana kisahnya? Marii kita saksikan~~

orkes

Karena satu dan lain hal, gak mau sebut nama orkesnya :p

1. Membalas Cinta Kasih Orang Lain

Seiring berjalannya waktu, gw makin belajar bahwa ada banyak hal di hidup yang ga bisa dibalas dengan uang.

Ada begitu banyak temen2, sodara2 yang mengasihi gw selama ini, khususnya orang2 yang lebih tua yang ga bisa gw balas cinta kasihnya secara materi. Misalkan Om-Tante. Klo ada acara ultah atau natal pun gw susah utk ngasih kado. Mau ngasih apa ya? Mereka juga bisa beli sendiri. Hhahaha. (Meski esensi sesungguhnya buka pada apa isi kadonya, tapi niatan memberinya. Tapi ya tetep aja yaa susyahh. Heheee).

Salah satu cara gw membalas cinta kasih mereka yang udah begitu banyak yaitu dengan cara ngundang (gratisin) mereka ke acara konserku. Puji Tuhan, mereka senanggggggg…

Kalau kamuuh, bagaimana caramu membalas cinta kasih orang2 terkasihmu, Gaesss?

IMG_3535

Tapi klo difoto ini, yang kubeliin tiket cuman 2 orang. Acaranya untuk charity soalnya.Huheuhe =D

2. Memberi Inspirasi Kepada Orang Lain

Jujur ya Mantemen, sebagai orang yang seneng dateng ke acara aneh2 (=menarik), entah itu acara seni (teater, konser, pensi), pameran (pameran makanan, pameran apa aja gw seneng dah), seminar2 (meski ga selalu berhubungan langsung ke bidang gw), dampak yang kuperoleh setelahnya adalah: MENDAPAT BANYAK INSPIRASI =D

Bentuk inspirasi salah satunya adalah dalam hal memperoleh pelajaran hidup. Bagaimana kita bisa melihat buah hasil kedisiplinan orang lain, membukakan mata kita melihat ‘dunia’ yang berbeda dengan dunia keseharian kita, belajar dari orang2 yang ahli di bidangnya, introspeksi diri akan hal berguna apa saja yang udah dihasilkan; itu semua menginspirasi diriku untuk lebih bersemangat dalam hidup. Yeaaaahh~~

Waktu itu beberapa kali gw undang temennyaaa temen (ya temen gw jg sih jadinya) yang baru aja keluar dari penjara. Doa gw: Tuhan, Engkau tahu tujuanku tulus agar temenku ini terinspirasi dan terbangkitkan lagi semangat hidupnya. Amin.

Jangan tanya betapa senengnya dia.

Seneng.

Banget!

20190602_162529

Mendapat begitu banyak inspirasi ketika nonton orkes terbagus di dunia langsung di Musikverein, Vienna, Juni kemarin. Gila. Mau nangis dengernya. Baguusssss :”’)

3. Edukasi

Biasanya kasih gratis ke adek2 or temen2 di Gereja gitu biar mereka bisa belajar juga musik yang bagus kayak gimana. Kadang kan susah juga ya klo kita pelayanan bareng di Gereja tapi ga ada bayangan yang sama tentang musik yang bagus itu seperti apa (ada dinamika, phrase, dll). Puji Tuhan, temen2 dan Tante2 Gereja udah pada sering nonton. Yayyy!

IMG_2107

Temen2 Pemuda GKI Cinere

4. Menghibur

Ini jelas ya Gaess, penelitian2 juga amat mendukung bahwa musik, khususnya klasik amat baik untuk fisik dan psikis kita. Gw kadang undang temen yang kayak2nya nih lagi ada masalah kehidupan atau lagi lelahhh sama hidup gituu. HAHAHAH SOTOY LU FRAN! Tapi asli Mennn, biasanya benerrr (ya kan doain dulu). Mereka setelah itu biasanya feeling energized :’’’) *Group hug. Puk puk puk~

20190903_220712

Bersama temen2 GKI Pangpol yang gw juga baru2 kenal. Hahhaa. Bahkan salah satu Bapaknya temen gw ampe dateng!

5. Marketing

Nahhhh, di sini biasanya gw undang orang2 yang cara perkenalannya dengan gw cukup ajaibbb dan didasari oleh modal PEDE dan sok kenal sok deket ajahh.

Niatnya: awal gw gratisin, setelah mereka suka, mereka akan beli sendiri. AND IT WORKS! Ho ho ho!!

Beberapa kali gw undang temen yang kenalannya di forum internet (HAHA AKU JADI MALUuUuU), temen yang sering papasan di kampus years ago (tapi ga kenal) trus gw message aja di twitter minta nomor HP nya dan explain bahwa gw ajak dia karena kayaknya dia suka ke acara2 seni. Ada yg gw ajak Kakak kelas pas SMP, ada pula yang randomly ngajak influencer di instagram (padahal ga kenal) yang gw udah nge-fans dari dulu. Hahaaa. Macem-macem deh..

Reny

Kakak influencer yang adalah seorang sutradara!

20190903_220739

Kenal di forum internet! hahahaa

Tentunya sebelum menentukan mau ngajak siapa, gw observasi dulu kira2 orangnya suka ga sama musik, kira2 apakah orang tersebut cukup friendly dan akan merespon dengan positif.

Dan yang pasti gw berdoa dulu.

Selain agar Roh Kudus yang menyentuh hati mereka satu persatu dengan cara yang gw gak ngerti (dan sesuai dengan kebutuhan mereka), tapi juga supaya ratusan ribu yang gw keluarkan gak sia2. Hhahahaa >=} Yaa setidaknya 1 tiket aja 100 ribu yakk.

Gw ngerasa rugi karena keluarin uang yang gak sedikit? Gakk sihhh! Karena gw berpikir bahwa ini investasi (Cailehhh). Benerannnn! Investasi ilmu ke Temen2. Hehe. Membagikan berkat. Tuhan udah kasih gw berkat begituuuu banyak, ya gw juga mau bagiin itu ke orang lain.

After effect ini semua apa?

Well.. yang namanya seneng itu nular ya. Gw seneng banget pas mereka tuh seneng setelah nonton. Ada yang setelah nonton bilang bahwa kepercayaan dia akan masih adanya orang baik di dunia ini tuh kembali ada (tadinya dia kira gw hubungin dia karena pengen nawarin asuransi). Uuu cocwittt :’’’) Mostly sih pada ngerespon positif, meski ada juga yang gak ngerespon sama sekali atau mendadak ga bisa dateng. Klo yang respon negatif/gak suka sih so far gak ada ya. Atau gak dinyatain ke gue kali ya HAHAA.

Perbuatan baik mendorong perbuatan baik lainnya.

(Bener banget)

Entah gimana, gw pun terdorong untuk terus berbuat baik sama orang lain, dalam hal ini: undang nonton konser. Mudah2an mereka yang telah merasakan perbuatan baik tersebut juga melanjutkannya pada orang lain (sesuai dengan kapasitasnya masing-masing).

Well.. Biarlah Tuhan yang semakin meninggi dan kita yang semakin merendah. Gaaaaa bermaksud memamerkan kelebihan diri, tapi kiranya Temen2 bisa menyaksikan DIA melalui konser yang ditonton.

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” -Roma 11:36-

Terimakasih Tuhan untuk kenikmatan musik ini. Ayoo Gaesss, ada yang mau merasakan kenikmatan ini jugaa? Bilang aku yaaaa.

Pelukkk hangatttthh,
Franty Ozora

Sleepyhead Coffee, Senopati.
30 Agustus 2019.

15 Things I Wish I Knew in My Early 20s

Haloo, Gaesss! Tulisan ini jujur keluar dari hati gw yang terdalam dan tentu telah melalui proses pemikiran matang apakah patut dimasukkan ke dalam kategori “Things I wish I Knew in My Early 20s” atau ga.

Soooo, let’s jump right in!

1. Always plan every aspect of your life

Daily, weekly, monthly planner. Thanks to bullet journal!

      If you fail to plan, you are planning to fail!”  ― Benjamin Franklin-

2. The importance of skin care routine

Double cleansing, toner, essence, serum, moisturizer, masks, etc. Thank you, youtube, tokopedia, watsons!

      “Beautiful skin is a lifelong process, and developing a daily skin care routine today can help you keep beautiful skin for the future.”

3. The 60 seconds rule!

Pas temen2 lagi cuci muka, lakukan (pijet-gosok) dengan lembut selama 60 detik!  Hitungggg!!! Gw baru mulai tahu tentang ini sejak tengah januari 2019 ini. Hikss.

4. Detox yourself regulary!

Thanks to Naked and Rejuve!

Target tahun ini: detox sebulan sekali. Well, sehat itu emang butuh dana dan usaha =D

IMG_0718

Rejuve!

5. Make exercise a habit

Masih menjadi pergumulan hidup gw. Karena masih susah untuk punya waktu yg disiplin. Salah catu caranya, keep in mind: anggep olahraga itu harus kayak makan/mandi, yaitu: kewajiban. #ayoosemangattt #menuju2019sehat Hahhaa

Masalahnya: gw aja mandi (kadang) sehari cuman sekali. hahahahahaha.

6. Journal

Morning or at night. (trying to do both)

Gratitude list, lessons learned, pour out your thoughts & feelings (to God). Or just talk with yourself. Kadang pas baca lagi, gw pun ga nyadar pernah nulis itu. Kaget sendiri hahaha. Ini (katanyaa) terapi yang bagus banget jugaa. Tapi emang bener siyyy..

7. fourminutebooks.com

http://www.fourminutebooks.com

Thank you so much! I learned a lot here and it saved my time! Isinya kayak summary buku2 terkenal gitu (non fiction). Tapi tetep, gw selalu ada 3 hard copy buku yang lagi (berusaha) dibaca: 1. Christianity 2. Fiction 3. Knowledge (psikologi or pelajaran apa lah). *Plus buku yang harus gw bahas di tempat kerja. Dan Alkitab + buku tafsirannya (duh blom abis2). Kok jadi lebih dari 3 yak  ~~

8. Have a lot of (useful-handwriting) notebooks.

Selain notebook untuk bullet journal dan journaling, aku punya juga untuk:

  • Good quotes/sentences
  • Commonplace book -> isinya summary buku atau content bagus dari internet)
  • Bible verses -> yang menyentuh hati gw aja. Bukan yang dihafalin. Biasanya gw screenshot trus salin ke sini.)
  • Kumpulan Ayat (Alkitab) hafalan
  • Catatan Khotbah -> Ini baru sejak 2014 sih. Awalnya berniat semata-mata agar bisa tetap fokus pas denger khotbah. Hehe. Tapi firman Tuhan itu kan “golden” yaakk. Berarti emang sungguh berharga untuk dicatat :’) Gw jg suka nulis gratitude list di bagian belakangnya sebelum kebaktian mulai atau klo khotbah nya lagi bosen *Upppssss.

 

  • FullSizeRender(3)

    Good quotes/sentences

    FullSizeRender(2)

    My commonplace book. Wihiyy~

9. Write down 5 ideas a day

Sebenernya klo kata James Altucher di bukunya “Choose Yourself” harusnya 10 ideas. Tapi duh, ga ada waktu Men!

Thanks to this, nyatanya hasil tulisan ini dan banyak hal baik lainnya berasal dari sini. Hahaha. Jangan lupa, mesti ada waktu untuk bacain lagi itu semua ideas dan memfilternya apakah layak untuk direalisasikan ke dunia nyata #ciyee

10. There is a story behind every person

Mayaann ada gunanya juga gw ambil psikologi pas kuliah =p Karena pas kuliah (dan seiring bertambahnya umur a.k.a tambah dewasa), gw jadi lebih bisa (berusaha) untuk memahami seseorang dan latar belakangnya. Hahhaa. *mudah-mudahan demikian ya frann

11. Silence is golden

Pas lagi di perjalanan pagi2 gitu, coba deh jangan main HP atau ngerjain yg lain. Be calm, enjoy every moment, bersyukur sama ini itu, analisa hidup. Intinya take a break, untuk ‘nafas’ sejenak.

At the end of every week, bagus jg kita diem, nulis2 analisa apa yang telah terjadi selama seminggu ke belakang guna menjadi lebih baik lagi di minggu yang akan datang. Good luck!

12. Marie Kondo’s technique

Mari beberes lemari baju dengan prosedur yang tepat nan efektif dengan teknik dari Marie Kondo!

13. Always learn something new

Biasanya pas kita udah berhenti ngambil pendidikan (sekolah), kita udah ga ‘galak’ dalam nyuruh diri kita belajar sesuatu hahaa. Gw sendiri, banyak maunya sih: Pengen belajar komposisi, belajar chord2 lagu aneh di youtube, belajar desain flyer, belajar public speaking, cara bikin tulisan yang bagus, dll. Banyak lah. Tentunya hal-hal yang di luar bidang gw. Tapi yaa, emang harus niat jadwalin kapan mau belajarnya. Thanks to youtube: tutorial videos, TEDX videos, macem2. Thank God for technology!

Menyangkut topik ini, baca tulisan gw pas ABG dulu deh hahah https://frantyozora.blogspot.com/2016/07/

JAZZ

Maklum, aku sebagai pemain klasik gak ngerti jazz. Mesti belajar :’)

14. Good relationships take hard work

Butuh usaha untuk inget kapan tanggal ultah, sempetin beli kado, sempetin ketemuan, jalan bareng, and so on. Tapi karena kasih nan sayang, ya seneng aja jalaninnya. Tapi jujur gw stress klo mesti cari kado hahaha.

Don’t forget to figure out your loved ones’ love languages! Kamu2 pengen tau ga bahasa kasihku apa? (ga mau tau fran. Hahaha rese!) Bahasa kasih gw: quality time and physical touch ❤ ❤

15. Enough sleep is the key!

Wah dulu gw tuh sangat amat sering kurang tidur alias gak 7 jam gitu yaa (bukan karena begadang nonton film atau apa yg ga penting, tapi beneran banyak kerjaan). Tapi krn dulu masih muda, jadinya ga gitu berasa dampaknya (baru nyadarnya sekarang. Haha). Seiring berjalannya waktu, pengalaman, baca penelitan ini itu, gw sarankan: TIDURLAH 7 JAM SEHARI, GAESS!!

Jujur, gw baru bener2 bisa konsisten tidur manis 7 jam sejak ngekos bulan Oktober 2018 kmaren (lebih deket ke kantor). Pas kerja beneran jadi bisa optimal atensinya. Well…Butuh hikmat-Nya untuk bisa bikin 24 jam dalam sehari itu efektif nan produktif bagi Dia (JLEB! Reminder untuk diri sendiri.)

Klo kata firman Tuhan:

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” -Mazmur 127:2-

So sweet yaaa Tuhan kita. Thank You! :”’)

Semoga tulisannya berguna yaaa, Gaess!! Have a lovely day!

Peluk hangatthhh,

@frantyozora

//7 Maret 2019//

Bullet Journal

HALOOO, GAESSSSS!!!! Apa kabarnya nihhh? Smoga dalam keadaan baik yaa =D Well, karena ini masih awal tahun, akooh akan mencoba membuat tulisan yang (mudah-mudahan) bisa membuat tahun 2019nya Temen2 menjadi makin produktif! Yayyyy…

Jadi, sejak pertengahan tahun 2016, oleh karena kekuatan youtube dan pinterest (entah gimana-tau2 muncul aja), gw menemukan yang namanya metode “BULLET JOURNAL”. Gw ga ngerti ya, apakah gw yang telat baru tau tentang ini. Tapi pas gw ngobrol sama orang2 di dunia nyata, yang tau ttg bullet journal juga ga banyak. Klo di dunia maya sih metode ini udah hitsss bingitss.

Soo, apakah Bullet Journal ituu? Intinya sih kayak sistem bikin planner sendiri, tapi semua-muanya kita yang bikin. Jadi, isi buku planner nya itu sesuai sama kebutuhan kita. Dan asliiii, sistem ini membuat hidup gw JAUHHHHHHHH JAUHHH JAUHHHHH LEBIH teratur, efektif, produktif!! Well-organized bangettt deh!! Bedaa sama planner pada umumnya (aku udah suka nulis agenda/plan gitu dari SMP mihiihiyyy). Coba Temen2 klik https://www.youtube.com/watch?v=fm15cmYU0IM

Udah liattt kaan? Kira2 kayak gitu. Itu versi simplenya. Orang2 lain sih banyak yang didekor loecoe2 gitcuuuu. Ga serta merta semua sistemnya gw ikutin. Ada beberapa yang ga efektif di gw (misalkan: kasih index untuk halaman). Trus sempet jatuh bangun juga (on and off using bullet journal, karena ga ada waktu untuk set up planner nya). Kita kan ga asal gambar2 dan nulis, tapi beneran mesti mikirin plan di SETIAP aspek kehidupan kita (health, money, relationships, self development, ministry, etc). Itu hal yang gw juga belajar di sini, dimana Agenda/Planner pada umumnya kan cuman kayak ‘to do list’ harian). Hmm, baru bener2 dapet sistem yang efektif di gw dan dipake secara rutin tuh ya selama tahun 2018 kemaren =D =D

Karena kemampuan menggambar gw amat sangat super duper buruk, yaaa jadinya gw ala kadarnya aja lah menghiasnya. Main2 di warna dan sticker ajaa. Hhahaa. Nihhhh, aku pamerin yaaa punya akuuu..

img_4192

2018 vs 2019

 

fullsizerender_1

Monthly planner. Gw tutup bagian duitnya hahaha.

 

fullsizerender

Yaaa warna warni ala2 gue lah

 

fullsizerender_2

Seruu bisa tempel2 foto/tiket/flyer/apalah. Ala2 scrapbook =D

Hahahha cupuuu yaaaakk? Ah gak papaah! =p Btw, Temen2 tau kan klo sekarang2 ini lagi hits yang buku mewarnai untuk orang dewasa? Dimana itu dianggep sebagai terapi, and bla bla bla. Nah, gw ngerasa klo pas kita set up bullet journal tuh kayak lagi terapi nge-warnain juga. Stress relief. Lebay ga sih? Hahahhaha. Tapi beneran dehhh.. Trus kayak ada soothing feeling krn lo kan ngatur hidup lo gitu yaak. Jadinya berasa ada “I’m in control” feeling. Ok, ini udah kejauhan fran. Hhahaaa.

Psst, hidup ini cuman sekali. Udah Tuhan tebus dengan mati di kayu salib. Maka harus dijalani dengan sebaik mungkin. *wink*

Kalau ditanya, andaikan bisa memutar waktu, apa yang gw harap lakukan sejak gw masih early 20s? Jawabannya: Bullet Journal!

Ciao!

30 Januari 2019

 

5 Tips Hidup ala franty =D

Durasi baca: 7 menit

Alohaaaa, Kawan2 sekalian! *Peluk dan kecup hangathh*. Apa kabar semuanya? Hope you’re doing well! :)) Joejoer akuh lagi berada pada titik terendahhhh dalam hidupkuh :(( Tapi tenang sis, Tuhan pasti tolong kan. As always :’) Puk puk diri sendiri~

Well… Mengenai apaa sicchh tulisan kali ini? Gini ceritanyah. Aku kan senengggg pake “b a n g e t” baca buku. Ya tentang macem2, mulai dari Christianity, self-improvement, dll. Nahhh, dari berbagaiii bacaan tersebut ada banyakk hal yang mengubah hidupku jadi lebih baik dan karenanya ingin kubagikan juga ke Kawan2 sekalian. Tapi beberapa aja, takut pada bosen yang baca. Nyehehhe. Semoga bergunaa! 😉

Let’s cekidot!

  1. People love to talk about themselves. If you show an interest in people, you will find that they suddenly become very talkative.

Jujur, ini cara PALING AMPUH untuk memecah keheningan antara kamu dan lawan bicara kamu. Atau gak usah keheningan deh, ketika kamu gak tau mesti ngomong apa. Eh itu sama aja ya?

Buat yang baru pertama kali kita kenal, abis tau informasi umum kayak kerjaan/kuliah/apalah, tanya aja: Selain kerja, sibuk ngapain lagi? Atau hobby nya apa? Buat yang udah kenal, ya tanya ajah perkembangan hidup mereka: Gimana, masih aktif main layangan gak? Dah sampai berapa meter terbangnya? Blablabla…. Pasti ntar dia bawel sendiri. Hehehe. It works everytime! 🙂 Kita pun mesti tulus nanyanya, nunjukkin bahwa beneran kita peduli dan tertarik sama mereka. Jangan juga nada ngomong datar, ekspresi datar.

Psstt, tapi terkadang aku suka oon nanyanya, dimana justru berujung kayak kepo annoying gitu -_- Makannya harus berhikmat frann (menasihati diri sendiri). Klo orang itu gak egois, mereka akan bales nanya2 juga tentang kita dan jadi seru dehhhh percakapannya. Awas naksir >=)

  1. The more specific the appreciation, the easier it is for the recipient to believe it is sincere.

Aku pernah baca di bukunya Joel Osteen bahwa pas dia lagi siap2 depan kaca backstage mau khotbah, dia liat istrinya dan bilang “You look so beautiful today”. Dan seketika Victoria jadi sumringah seneng :)) Pas mau service kedua, mereka siap2 lagi depan kaca. Dan Joel gak ngomong apa2. Trus Victoria, “Why didn’t you tell me again that I’m beautiful?”

Moral of the story: SATU. Pujian itu harus disampaikan langsung (bukan hanya dalam hati) karena kalau tidak, tidak akan menjadi berkat bagi sang penerima pujian. DUA. Gak ada kata cukup untuk sebuah pernyataan kasih, salah satunya dalam bentuk pujian :’’’’) Ngasih pujian aja udah bagus, apalagi klo detail.

Gak perlu penjelasan apa2 lagi sih, kita pun ngerasain kan klo pas kita diberikan pujian secara spesifik dan detail, maka hati kita akan jadi lebihhh full of flowers (berbunga-bunga) dibandingin hanya dipuji secara umum. Mihihiyy~ Contoh: “Fran kamu cantik deh (YA EYALAAHH. Senyum genitt). Hidungmu mancung, alismu tebal (Tak hanya senyum genit namun sekarang tambah kedip2 centill). T a p i dari Hongkong fran.”

Loecoee gak? Bilang lucu donggggg hahhahaa.

Btw, ini berlaku juga loh ketika kita berterimakasih dan minta maaf :””)

  1. A person’s name is the sweetest sound in any language for that person.

Nama itu menunjukkan identitas seseorang. Ketika kita memanggil dengan jelas nama seseorang berarti kita mengakui keberadaan orang itu. Sehingga orang tersebut pun cenderung untuk merasa lebih positif terhadap diri kita atau ngasih respon yang positif. Dan ia akan lebih attentive sama apa yang kita sampaikan. Kira2 gitu lah yaa. Dan emang benerrr! Meski tanpa kita sadari.

Coba kamu liat SPG/sales. Ini cara ampuh mereka untuk mempersuasi kita. Hmm…mayan sering sih aku pake trik ini. Biasanya ke murid. Tapi tiati ya Kawan ketika kita ngomongnya sama orang yang lebih tua, liat-liat sikon juga. Pluss jangan lupa pake sebutan Pak Bu Om Tante Kakek Nenek =D

  1. When we meet people for the first time, they make 90% of their mind about us in the first 90 seconds.

The 90/90 rule. Serem gak sih lo, hanya dalam 90 detik loh! Dan dari situ orang lain akan menentukan bagaimana cara mereka memperlakukan kita.

Meskipun emang apa yang kelihatan di luar belum tentu sesuai dengan apa yang ada di dalam :’)

Tentu first impression sangat dipengaruhi oleh penampilan fisik, bahasa tubuh, ya eye contact, cara salaman, cara duduk, dll. Baca deh buku tentang body language gitu, menarik bangett lohh dan sangat aplikatif karena seumur hidup pasti kita akan terus-menerus berinteraksi sama orang lain. Hehe.
Yaa intinya, berikanlah first impression sebaik mungkin. Bukannya ‘palsu’, melainkan “the best version of yourself”. Ngertiii kok klo ada kalanya kamu lagi bad day atau apa yang bikin lemes, cemberut, gak pedulian. Tapii ditahan dulu ya. Cara licik dariku: Keluarin “bad version of yourself”-nya entar aja pas sama temen yang udah lama kenal. Weeekkk >=)

  1. Mirroring

Mirroring itu kayak ketika kamu memberikan perilaku xxx kepada seseorang, seketika orang itu akan melakukan hal yang sama. Nah, salah satunya terjadi dalam perilaku tersenyum (Smiling). Pas kita senyumin seseorang, PASTIIII mereka akan refleks senyumin balik. Kecuali emang kamu lagi berantem atau bermusuhan. Tapi jangan ya broh sis. Hmmm selain itu bisa aja sih orangnya emang sengak judes galak.

Kata buku, kalau ingin lebih direspon positif oleh orang lain, selain senyum, kita mesti naikin alis (Raising eyebrows). Tanpa disadari, sinyal ini menunjukkan “Hai, I’m friendly” (Ohh yesss I am). Hahaaay

Satu lagi yang kubaca, ketika kita menyapa seseorang dengan nada suara yang lumayan tinggi (tapi manis dan riang, bukan ngamuk) maka akan memberikan perasaan menyenangkan kepada orang tersebut. “Soreee, non pranty”, diucapkan dengan nada yang tinggi, yakni nada dasar DO = G. Efek nya yaitu non pranty akan merasa disambut dengan hangatthh~~

Selain ke keluarga dan kolega (sedaapp) coba deh kamu praktekin perilaku-perilaku ini ke embak2 kasir, atau cleaning service mall, atau barista ganteng Starbucks (tau nama dari name tag mereka). Dari males2an dan bete ngelayanin customer sebelumnya, mereka bisa berubah drastiss menjadi amat positif! Kadang mereka gondok sendiri karena yang nyapa duluan dengan manis tuh kita. Heheee

Bukankah cara-cara ini mudah nan simple? Even kamu melakukanya secara terpaksa (senyum palsu, kasih suara tinggi manis riang yang sebenernya baru aja nangis, naikin alis padahal alis lagi botak) tapi responnya akan tetapppp positif dan berujung kamu jadi seneng juga :))))

Muka kamu semua kok kayak gak percaya sama celotehanku dari tadi sih ??!!?

HARAP DIKETAHUI, INI SEMUA BUKAN NGARANG NAMUN BERDASARKAN PENELITIAN ILMIAH!! (dan aku cari-cari ternyata juga Alkitabiah)

Secara pribadi kuakui bahwa semua ini sulit untuk dilakukan secara konsisten. Aku pun masih harus banyakkkkk belajar. Kadang justru mudah dilakukan kepada orang lain yang hubungannya jauh, bukan sama orang2 terdekat kita 😦 Biasalah manusia, tau teori tapi susah praktekkin. Hehee. Pasti bisa kalau kita latih. Tahukah kamu bahwa suatu perilaku baru bisa jadi habit setelah dilakukan secara terus-menerus selama 21 hari? Selamat berlatih!! =)

Semoga tulisan berdurasi 7 menit ini berguna yaa~ HAVE A BLESSED DAY, SWEETHEART! God loves us! <3>

Peluk dan kecup hangathh,

Franty Ozora

4 September 2014, Starbucks PIM 2.

*originally posted on http://www.frantyozora.blogspot.com

FLOW

Haloooooooo, Kawan-Kawan terkasih!!! Apa kabarnya  nihh? Yess I know you miss meeehh! Miss you tooo, Dahlink. Mihihiyyy *kerlingan genit*. Kiranya apapun keadaannya, iblis tidak dapat mencuri sukacita dan damai sejahtera di hati kita yaww. Amin~

Tulisan kali ini hanya berupa refleksi bulanan terhadap hidupku sendiri, yang diharapkan dapat memberikan cecuatuhh kepada teman2 yang membaca. Ahayyy. Jadi, apa yang terjadi di hidupku sebulan ke belakang atau beberapa bulan di belakang? Let’s cekidott~~

  1. Jadi……., selama kurang lebih 3 minggu, aku gantiin bossku untuk ngajar murid2nya karena beliau harus pergi ke luar kota. Eng ing enggg! Menantang bukan? Ha ha ha >=} Kenapa menantang? Manusia itu kompleks ya, personality nya beda2, uniknya beda2, nyebelinnya beda2, tengilnya beda2, dsb.

Rata2, murid tersebut tuh anak-anak. Kesulitannya: Dalam waktu 3 minggu, aku harus bisa build relationship, tau gaya anak itu, sekaligus minterin mereka, yang memiliki berbagai ke-kompleks-an tersebut.. Gak semuanya easy people, banyak juga yang difficult people. Hikss.

Nah, sebagaimana yang sudah aku ceritakan berulang-ulang, kerjaanku sangattt amatt sangat seru!! Ngajar, latian pribadi, latian bareng, aransemen, dll. Sangking serunya, sampai2 uang tuh gak jadi fokusnya! Berasa kayak dapet hadiah aja. Wihiyyy~~ Tapi siapa sih manusia yang gak seneng dapet duit? Ha ha ha. >=} Btw, akooh seneng karena guruku puasss ama perkembangan murid2nya yang aku gantiin. Horayyy!

Biasanya mulai ngajar tuh siang, jam 1, ngajar murid fulll, tau2 bleppp udah jam 7 malem!!! Sangking konsentrasinya dan menikmatinya, tau2 wuhuuuu ada yang terbang…. Apaan tuchhhh? W a k t u!

Berdasarkan topik skripsiku, yang aku alami adalah “Flow”, yakni suatu keadaan di mana kita sangatttt amattt menikmati kegiatan yang dilakukan, dan ditandai dengan beberapa karakteristik berupa: Kegiatan dilakukan dengan konsentrasi yang tinggi (1) sehingga waktu terasa bergulir jauhhhhhh lebih cepat (2) dan kegiatan dilakukan semata-mata karena ingin melakukannya, bukan karena terdapat imbalan di baliknya (3). Dimana hal-hal inilah yang hadir pada saat aku bekerja 🙂

Apakah pekerjaanmu? Mungkin kamu gak suka dengan pekerjaanmu yang tidak senada dengan minat & bakatmu. Mungkin kamu bekerja dengan orang-orang yang tidak takut akan Tuhan sehingga tidak ada damai sejahtera di hatimu. Mungkin teman2 bekerjamu tidak menyenangkan. Dan mungkin2  lainnya yang bersifat negatif. Yeahh patut diakui,, Life is hard, Honey. Puk puk puk~

Klo kata Filipi 4:16, kita harus mengucap syukur sambil mengutarakan keinginan kita kepada Tuhan di dalam doa. Jadi, mengucap syukurlah akan pekerjaan yang kamu miliki sekarang sambil berdoa dengan megutarakan isi hatimu. Tuhan bekerja di hidup seseorang dengan cara yang sungguh amat beragam! Bisa saja Tuhan membentuk hatimu untuk kemudian menikmati pekerjaan tersebut . Bisa saja kemudian Ia mengirimmu ke tempat pekerjaan lain. Bisa saja Ia memberikan kamu kegiatan lain di luar pekerjaan (sesuai dengan hobby mu, misalkan) yang memberikan kamu kesenangan, sehingga hidupmu menjadi seimbang. Bisa saja di sana ada seseorang yang membutuhkan sentuhan kasihNya dan justru merasakannya melalui kamyyuu :’’)

Dan berbagai “bisa” lainnya.

Yang pastiiii…. di mana pun kamu bekerja saat ini berusahalah selalu untuk give your best, berbuat baik pada orang lain dan jadi berkat. Siapa hidung (Who nose. Who knows) ada jiwa yang bisa kamu selamatkan atau kamu dipertemukan dengan jodohmu. Ahayyy.

Kiranya kita mengalami flow tidak hanya pada kegiatan yang bersifat “have fun” (nonton, main games, liburan, dll) namun juga pada hal yang mengambil amat sangat banyak waktu di hidup kita, yakni: pekerjaan =D

  1. Mari kita masuk dalam kisah kedua! Welll.. Selama kurang lebih 2 bulan ini… Eh2 bentar, gw liat kalender dulu.. HAHHH 3 bulan denggg ?@#$%! Rekor nihh! Ehem *tenangkan diri*… Selama persis 3 bulan ini, I spent my weekend with the same person. Rata2 sih emang karena ada suatu proyek yang emang lagi kita berdua kerjain, sisanya dikarenakan urusan ini itu. Teyyus, di sela mengerjakan proyek tersebut, akupun menyempatkan diri bertemu sahabat2 SMA, lalu kawan SMP + hang out sama temen2 Amadeus.

To give someone your time is to give him / her a portion of your life. Klo kamu sayang sama diri sendiri dan menganggap diri kamu berharga, maka ya emang harus selektif dalam menentukan dengan siapa kamu akan menghabiskan waktu. Apalagi klo kamu sibuk banget ya, waktu tuh berharga abis bis biss. Nah ini dia nih…. butuh hikmat untuk menentukan “Kira2 Tuhan maunya aku ngabisin weekend ini dengan ngapain dan sama siapa ya?” Tapi bukan berarti kita jadi anti sama relationship yang gak terlalu signifikan atau yang nyebelin, makan hati, dll loh ya. Semua ada maksudNya. Kamu ngerti maksudku deh pasti *wink*

Nah…betapa bersyukurnya bahwa ketika bersama orang2 yang tadi telah aku sebutkan (bukan dengan sembarang orang ataupun smua orang), aku juga mengalami flow :’’’) Yuk coba kita berkaca dan melihat bagaimana quality time kita dengan orang-orang di sekitar kita. Apakah dengan orang-orang tersebut kita pun mengalami beberapa karakteristik flow lainnya.. Seperti…

Ketika kita menghabiskan waktu bersama orang tersebut (ngobrol, have fun, dll), kita melakukannya dengan spontan dan otomatis (4) yaa kayak relax bangettt gitulah. Gak perlu palsu / dibuat-buat. Trus, kamu gak pake jaim2 segala, asyik berdua sendiri gak peduli sama ‘dunia luar’, ngobrolin berbagai hal yang ada di benak kamu dengan leluasa. Untuk sementara waktu kamu lupa terhadap berbagai permasalahan yang ada di hidup kamu (5). Dan tentunya, indikator flow yang utama: Semuanya dilakukan dengan amatttt sangatttt senang dan nikmat :))

Apa nih bedanya flow dengan alkohol, drugs, dll yang sama2 berguna sebagai escape mechanism (cara untuk membuatmu ‘lari’ atau lupa terhadap hal2 negatif, seperti konflik kehidupan) ? Ketika kita mengalami flow… Entah itu pada waktu bekerja (Contoh dalam hidupku: ngajar), pelayanan (mis: main musik ngiringin kebaktian), quality time (mis: spend time sama temen yang kasih influence yang baik sama kita), perasaan yang timbul setelahnya adalah kita merasa menjadi pribadi yang baru, yakni lebih baik, lebih kuat, lebih maju (strengthened self). Terdapat pula perasaan senang karena diri kita berguna, telah memajukan orang lain atau telah menjadi berkat bagi orang lain, dan seterusnya. Di mana hal ini tidak bisa diperoleh dari escape mechanism seperti alkohol dan drugs.

Cekaranggg, mari kita lihat bagaimana term “flow” dari kacamatanya Firman Tuhan.

Dalam bahasa Yunani, ada 2 macam definsi “waktu”. Yaitu kronos dan kairos. Kronos berarti pengertian waktu secara umum yang sifatnya kuantitatif (detik, menit), sedangkan kairos diartikan sebagai waktu yang spesial; the moment of opportunity.

Ketika kita menjalani aktivitas hidup sehari-hari, janganlah kita membiarkan waktu semata-mata berputar begitu saja tanpa arti (kronos), hanya capek ngebut deadlines, kerjaan, dll. Namun, seharusnyaaa kita mengalami flow, yang merupakan dampak dari diisinya waktu dengan berbagai kegiatan yang meaningful, berguna, dan bermutu  (kairos) =))

Nahh, definisi “waktu” (kairos) inilah yang dimaksud dalam berbagai ayat di Alkitab, salah satunya dalam Efesus 5:15-16 “Karena itu perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada , karena hari-hari ini adalah jahat.”

Actually aku gak ngerti2 amat sih tentang kairos-kronos ini. Tapi tenang, gak menyimpang jauh kok. His name is effort. Namanya juga usaha nyeehhee >=}

Dalam teorinya, semakin sering seseorang mengalami flow, makin tinggi pula kualitas hidup orang tersebut. Di Yohanes 10:10 dikatakan, Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”.

Pada bahasa aslinya, makna “hidup” yang dimaksud adalah “zoe” yang biasa digunakan untuk menunjuk hidup yang bermutu tinggi. Dan kata “kelimpahan” dalam teks aslinya “perissos” yaitu very high; diterjemahkan mirip2: hidup yang berkualitas sangat tinggi.

Makna hidup “zoe” ini juga yang terdapat di ayat, “Dalam Dia ada hidup….” (Yohanes 1:4). Apa maksudnya? Sebagaimana dipaparkan dalam buku renungan harian yang aku jadikan sedikit bahan contekan pas nulis ini hehe, maksudnya adalah…. “Kualitas hidup seseorang ditentukan dari seberapa taatnya dia melakukan kehendak Allah”.

Nah sekarang pertanyaannya… Maukah kamu merasakan kualitas hidup bermutu tinggi? Di mana hal ini hanya dapat diperoleh dengan hidup dalam perintah-perintahNya. Siapa bilang gampang? Emang susah brohh! Pasti banyak tantangannya.

Tantangan. Challenge

Tahukah kamu bahwa karakteristik yang palingggg utamaaa dalam flow adalah “Challenge-Skill Balance” (6). Knapa seru klo main game? Karena pas kita menang di level 1, kesulitannya naik ke level 2, terus dan terus. Ketika challenge lebih besar dari skill, yang timbul adalah perasaan cemas (anxious) sedangkan ketika skill lebih besar dari challenge, yang timbul adalah perasaan bosan (bored).

Hidup dalam Tuhan akan terussss dan terusss seruuuuu karena challenge yang Dia berikan pasti akan meningkat (Asalkan kita “lulus” di level sebelumnya. Klo gak, ya stuck di situ2 ajah. Kayak hubungan kitah. Zzz. Apa coba. Gak jelas lu fran.). Well.. Hidup yang gampang2 aja gak bikin iman kita bertumbuh loh.  Tenang ajaahh, sebagaimana janjiNya, cobaan yang kita alami gak akan melebihi kekuatan kita dan pertolongannya gak akan terlambat (1 Korintus 10:13). Bersama Dia, kita pastiii bisa melaluinya! (7)

Challenge. Tantangan. Goals.

Tantangan apa saja yang harus kita hadapi? Nah,, karakteristik flow yang juga penting adalah “clear goals” (8). Puji Tuhan, ada Firman Tuhan yang tergabung dalam Alkitab, yang membuat kita mengerti dengan jelas apa2 saja goals / tujuan yang harus kita capai dalam hidup yang telah Ia anugrahkan ini. Seiring berjalannya kemajuan zaman, Firman Tuhan juga telah diracik dalam source2 lain seperti buku2 Rohani, youtube khotbah, podcast, dll. Hohoho. Melalui ini jugalah maka kita bisa mendapatkan feedback untuk melihat sudah benar atau tidaknya cara hidup kita (9).

Biarlah kita semua mengalami flow dalam aktifitas kehidupan kita sehari-hari, yang hanya dapat diperoleh dengan hidup di dalam Dia! Selamat, Kawan! Karena kualitas hidup yang bermutu tinggi sedang menanti kita semua! :))))
Pelukkk dan kecupsss hangathhh,

Franty Ozora

Amadeus, Jumat, 15 Nov 2013.

Psstt. Dua minggu lalu aku baru resmi (wisuda) jadi sarjana psikologi loh. Cum laude. Uhuyy. Puji Tuhan! Mau tau judul skripsinya? “Perbedaan flow antara musisi yang berlatih secara pribadi dengan musisi yang berlatih dalam format orkestra”. Keep on FLOWing, Love! xoxo

Di bawah ini adalah istilah dari kesembilan karakteristik “flow” yang tadi telah aku sebutkan (Csikszentmihalyi, 1990)

  1. Concentration on the task at hand
  2. Transformation of time
  3. The autotelic experience
  4. The merging of action and awareness
  5. The loss of self-consciousness
  6. Challenge-Skill Balance
  7. Sense of control
  8. Clear goals
  9. Immediate feedback